E Lesmana
Blog Universitas Komputer Indonesia

Konsep Dasar Elektronika

Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik pada suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sedangkan perancangan dan pembuatan rangkaian elektronik merupakan bagian dari teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu / teknik instrumentasi dan elektronika.

Perangkat yang menggunakan pekerjaan elektronik dasar ini biasanya disebut sebagai perangkat elektronik. Contoh peralatan / perangkat elektronik tersebut: Cathode Ray Tube (CRT), radio, TV, perekam kaset, perekam kaset video (VCR), perekam VCD, perekam DVD, kamera video, kamera digital, komputer personal desk-top, komputer Laptop, PDA (komputer saku), robot, kartu pintar, dll.

Seperti disebutkan di atas, elektronik didasarkan pada pengetahuan tentang kelistrikan. Listrik, dapat diartikan sebagai berikut:

Listrik adalah keadaan partikel subatom tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan terjadinya tarikan dan tolakan gaya di antara keduanya.
Listrik merupakan salah satu sumber energi yang disalurkan melalui kabel.

Arus listrik muncul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif menuju saluran negatif. Ada 2 jenis muatan listrik: positif dan negatif. Melalui eksperimen, muatan serupa saling tolak dan muatan lawan jenis menarik satu sama lain. Besarnya gaya tarik dan tolak ini ditetapkan oleh hukum

Coulomb. Hukum Coulomb adalah hukum yang menjelaskan hubungan antara gaya yang terjadi antara dua titik muatan, yang dipisahkan oleh jarak tertentu, dengan nilai muatan dan jarak yang terpisah. Satuan SI untuk muatan listrik adalah coulomb, yang berarti "C". Simbol Q digunakan dalam persamaan untuk mewakili besaran listrik atau muatan. Misalnya, "Q = 0,5 C" berarti "jumlah muatan listrik adalah 0,5 coulomb".

Hambatan dalam rangkaian listrik adalah perbandingan antara tegangan dan suatu komponen elektronika (seperti resistor) dan arus listrik yang melewatinya. Dimana V adalah tegangan dan I adalah arus.

Tegangan (kadang-kadang disebut sebagai Tegangan) adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam volt. Kuantitas ini mengukur energi potensial medan listrik yang menghasilkan aliran listrik dalam penghantar listrik. Bergantung pada perbedaan potensial listrik, tegangan dapat dikatakan sangat rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.

Arus listrik adalah besaran muatan listrik yang mengalir per satuan waktu. Muatan listrik dapat mengalir melalui kabel atau konduktor listrik lainnya.

Pada zaman dahulu, arus konvensional diartikan sebagai aliran muatan positif, walaupun sekarang kita tahu bahwa arus listrik dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang berlawanan. Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).

Contoh Komponen Elektronika Dasar :

Resistor

Resistor adalah komponen dasar elektronik yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Sesuai dengan namanya, resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari karbon. Satuan hambatan sebuah resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol W (Omega).

Jenis resistor yang umum adalah berbentuk tabung dengan dua kaki tembaga di kiri dan kanan. Pada badannya terdapat lingkaran yang membentuk gelang berkode warna untuk memudahkan pemakainya mengenali besarnya hambatan tanpa mengukur besarnya dengan Ohmmeter.

Kapasitor

Kapasitor adalah komponen elektronik yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur kapasitor terbuat dari 2 pelat logam yang dipisahkan oleh bahan dielektrik. Bahan dielektrik umum

terkenal misalnya penyedot udara, keramik, kaca dan lain-lain. Jika kedua ujung pelat logam diberi tegangan listrik, muatan positif akan terkumpul di salah satu kaki logam (elektroda) dan pada saat yang sama muatan negatif akan terkumpul di ujung logam yang lain.

Induktor

Induktor adalah komponen yang dapat menyimpan energi magnet. Energi ini diwakili oleh adanya tegangan ggl (gaya gerak listrik) ketika induktor diberi energi. Fungsi utama induktor dalam suatu rangkaian adalah untuk menangkal fluktuasi arus yang melewatinya.

Salah satu penerapan pada rangkaian dc adalah menghasilkan tegangan dc yang konstan terhadap fluktuasi beban arus. Pada aplikasi rangkaian ac, salah satu kegunaannya adalah dapat mereduksi perubahan fluktuasi arus yang tidak diinginkan. Akan ada lebih banyak lagi fungsi induktor yang bisa diaplikasikan ke filter, tuner dan lain sebagainya.

Refrensi : https://wikielektronika.com/

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 09 Maret 21 - 19:38 WIB
Dibaca sebanyak : 140 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback