E Lesmana
Blog Universitas Komputer Indonesia

Pesona Waralaba Street Retailer

Bisnis kaki lima (K-5) atau street retailer–yang selama ini lebih dikuasai oleh pedagang tradisional-saat ini mulai dilirik oleh beberapa pebisnis waralaba atau business opportunity (BO). Para pebisnis ini melihat pasar K-5 sebagai kesempatan baru. Peluang yang tak patut disia-siakan. Apalagi, bisnis K-5 saat ini semakin tumbuh.

Anda bisa melihat beberapa brand waralaba atau BO mulai menghiasi titik-titik K-5 di berbagai tempat di kota-kota besar, tidak hanya di Jakarta saja. Hal itu tampak dari gerobak-gerobak yang menjajakan berbagai produk kebutuhan di K-5, yang menggunakan pola waralaba. Sebut saja sebagai contoh Kebab atau makanan asal Timur Tengah, Pisang goreng ala Pontianak, Ayam Bakar, Burger, Fried Chicken, Roti Maryam dan berbagai produk lainnya.

Waralaba atau BO di street retailer ini menjadi pesona baru bagi industri waralaba di Indonesia. Sebuah peluang baru di bisnis waralaba. Keberadaan waralaba atau BO di street retailer juga membuktikan bahwa keberhasilan tidak mutlak diciptakan dari yang besar. Tambang emas juga bisa diciptakan melalui K-5. Lokasi yang selama ini dianggap ecek-ecek itu ternyata mempunyai potensi untuk berkembang.

Indikatornya terlihat dari perkembangan waralaba atau BO kaki lima yang sangat pesat. Bahkan setiap pameran, seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogjakarta dan beberapa kota lain waraba atau BO K-5 mendapat tempat tersendiri bagi pengunjung pameran.

Dalam beberapa kesempatan di sejumlah pameran, saya sempat berbincang-bincang dengan para peminat waralaba K-5. Mereka umumnya membeli bisnis waralaba K-5 karena alasan nilai investasinya ringan. Jika diseriusi, bisa dipastikan konsep waralaba K-5 ini bisa berkembang dengan baik.

Di sinilah pentingnya keyakinan dan kepercayaan para franchise yang harus tetap dijaga oleh para franchisor, dengan memberikan support dan dukungan yang baik. Sebab, peluang berhasilnya sebuah bisnis waralaba ditentukan oleh dua pihak. Pihak franchise hanya menentukan 50% tingkat keberhasilan bisnis franchise. Boleh jadi himbauan ketua Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar patut didengar. Dia menyatakan bahwa peluang usaha yang berinvestasi kecil kemungkinan berhasil dan gagalnya fifty-fifty. Maka, perlu komitmen bersama antara franchisor dan franchise untuk mensukseskan bisnis yang digeluti.

Bagi franchisor, tentu saja waralaba atau BO K-5 sangat menjanjikan. Bayangkan jika seorang franchisor mematok biaya waralabanya, 30 jutaan saja untuk membeli hak waralabanya. Berapa nilai yang diperolehnya dalam setahun jika dia berhasil menggaet peminat bisnis ini. Kalau saja, franchisor bisa mendapatkan 35 franchise saja dalam setahun, berarti dia bisa mengumpulkan keuntungan dari inisial fee sebesar Rp. 1,05 M. Belum lagi jika mengambil royalty setiap bulanan dari nilai penjualan sebesar 5%. Cukup besar bukan!

Fenomena berkembangnya waralaba atau BO K-5 ini tidak luput dari copy paste pesaing, dengan mengeluarkan produk yang sama. Di sini juga sebetulnya ada pembelajaran bahwa seorang franchisor seharusnya dapat memprotek keunikan dari produknya sehingga tidak mudah dijiplak orang lain.

Dalam beberapa kasus, banyak ditemui beberapa keganjilan-keganjilan di lapangan (baca:K-5) yang kurang mendapat perhatian serius para pelaku bisnis franchise atau BO. Misalnya, BO yang menawarkan sebuah produk burger, ternyata ketika ditelisik menjual produk kompetitornya. Barangkali, ini disebabkan franchisornya kurang memperhatikan faktor suplay produk. Sehingga, ketika permintaan memuncak, franchisenya harus berinisiatif mencari produk, meski itu sebenarnya produk kompetitor.

Hal ini terjadi terutama umumnya disebabkan oleh kecepatan ekspansi yang tidak diimbangi oleh faktor suplay. Beberapa hal lain yang sebenarnya harus diperhatikan oleh franhisor atau pemain di bisnis BO adalah, sebaiknya tidak menjual produk-produk seasonal.

Kemudian, beberapa hal yang harus diperhatikan-selain faktor produk-adalah bagaimana memilih SPG yang tepat dan memilih karyawan yang secara cermat. Karena, mereka ini ujung tombak penjualan sebuah bisnis BO. Saya sendiri meyakini, jika waralaba atau BO K-5 ini dikelola dengan baik, akan menambah warna tersendiri bisnis franchise atau BO di Indonesia. Selamat Berbisnis!

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 18 Maret 21 - 14:23 WIB
Dibaca sebanyak : 50 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback